VIRAL SANTRI TUTUP TELINGA SAAT MENDENGAR MUSIK, PIMPINAN PONDOK PESANTREN TAHFIZ ANGKAT BICARA !!!
VQIHZ-1N7BP-MJGWR-MFFIO

VIRAL SANTRI TUTUP TELINGA SAAT MENDENGAR MUSIK, PIMPINAN PONDOK PESANTREN TAHFIZ ANGKAT BICARA !!!

VIRAL SANTRI TUTUP TELINGA SAAT MENDENGAR MUSIK, PIMPINAN PONDOK PESANTREN TAHFIZ ANGKAT BICARA !!!
VIRAL SANTRI TUTUP TELINGA SAAT MENDENGAR MUSIK


Jejaksantri.com, NADSebuah video yang memperlihatkan para santri menutup telinga saat bermain musik selama vaksinasi Covid-19 menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, para santri menundukkan kepala dan menutup telinga dengan tangan. Saya tidak tahu di mana itu terjadi.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa santri diajarkan untuk menjadi radikal, sehingga tidak menyukai musik. Menanggapi hal tersebut, Abdurrahman Basuri Indramayu Ustaz Amin Syofyan, Kepala Pesantren Tahfidz memberikan sambutan. 

Menurutnya, tindakan yang dilakukan Santri tidak boleh disebut radikal. Selain itu, tujuan santri adalah untuk menjaga hafalan Al-Qur'an. “Karena terus terang, mengaji adalah tantangan yang sangat berat,” ujarnya, Jumat (17 September 2021).

Lanjut Ustaz Amin Syofyan, bagi seorang penghafal Al Quran, mendengarkan musik memang dapat mengganggu konsentrasi hafalan.

Kendati demikian, bukan berarti mendengarkan musik itu dilarang, khusus untuk musik sholawat dan sejenisnya para santri di pondok pesantren yang dinaunginya tersebut diperbolehkan.

"Kita bahkan membuat ekstrakulikuler rebana," ujar dia.

Ustaz Amin Syofyan mengatakan, soal kejadian para santri yang menutup telinga itu, ia menyarankan sebaiknya jika berada di tempat umum untuk berusaha tidak mendengar saja tanpa harus tutup telinga.

Hal ini guna menghindari tanggapan pro dan kontra seperti yang kini banyak diperbincangkan tersebut.

"Mungkin sebaiknya kita tidak usah mendengarkan kalau kita gak suka, divaksin saja, bismillah Allah juga pasti melindungi," ucap dia.

Di Pondok Pesantren Tahfidz Abdurrahman Basuri Indramayu sendiri, disampaikan oleh nya, para santri ditargetkan bisa menghafal 30 juz Al-Quran dalam waktu 1-2 tahun, maksimalnya 3 tahun.

Salah satu metodenya yakni dengan merefresh otak para santri dengan mengajak berlibur atau mendengarkan sholawat.

"Tapi kalau musiknya pop, rock, dangdut sebaiknya jangan karena itu dapat berpengaruh ke hafalan," ujar nya.

0 Comments