Mengulas seputar Rukun Puasa dalam Menjalankan Ibadah di Bulan Ramadhan
VQIHZ-1N7BP-MJGWR-MFFIO

Mengulas seputar Rukun Puasa dalam Menjalankan Ibadah di Bulan Ramadhan

Mengulas sekilas tentang rukun puasa ramadhan




Jejak Santri.com - Puasa Ramadhan dapat di katakan secara harfiah merupakan ibadah yang dilakukan di sepanjang bulan suci Ramadhan, selama dua puluh sembilan atau sampai tiga puluh hari.

Saat menjalankan ibadah puasa umat muslim diwajibkan menahan diri dari rasa haus dan lapar, serta segala macam perbuatan yang dapat membatalkan puasa, dari terbitnya fajar hingga terbenamnya Matahari. pada praktiknya terdapat juga Rukun berpuasa Ramadhan.

Rukun Puasa Ramadhan

Rukun puasa Ramadhan juga merupakan salah satu hal yang harus dipenuhi umat muslim agar ibadah puasanya sah serta mendapat ridha dan diterima ALLAS SWT. Menguntip NU Online terdapat 2 rukun puasa yakni 

1. Niat

Niat menjadi rukun pertama dari dua rukun puasa menurut jumhur ulama, para ulama memiliki beberapa definisi niat, salah satunya apa yang ditetapkan oleh madzhab Al-Hanafiyah.

"Bermaksud untuk taat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam bentuk mengerjakan suatu perbuatan."

Menurut ulama mazhab Syafi’I, tiap orang yang hendak berpuasa disunahkan untuk melafalkan bacaan niat.

Niat juga dilakukan sejak malam. Jumhur ulama sepakat bahwa niat untuk berpuasa fardhu harus sudah terpasang sejak sebelum memulai puasa. Dan puasa wajib itu tidak sah jika tidak berniat sebelum waktu fajar.

Rasulullah SAW bersabda:

Dari Hafshah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya." (HR. Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Ahmad).

Melafadzkan niat adalah ucapan lafadz atau kalimat yang sering dilantunkan orang ketika akan berpuasa. Biasanya dirangkai dengan doa-doa atau dzikir yang dibaca di malam hari setelah selesai mengerjakan sholat tarawih.

Niat puasa Ramadhan

Berikut merupakan bacaan Lafadz Niat Puasa Ramadhan:

 نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shouma ghadin 'an ada'I fardhi ramadhanihaadzihis sanatilillahi
ta'alaa


Artinya: Aku berniat berpuasa besok untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan di tahun ini karena Allah Ta'ala.

Umumnya para ulama sepakat bahwa jika seorang yang sedang puasa sempat berniat untuk membatalkan puasa, namun belum sempat makan minum atau melakukan hal-hal yang sekiranya membatalkan puasa, maka puasanya belum batal.

2. Menahan diri dari Segala hal yang membatalkan puasa

Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa berlaku dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari.

Secara umum terdapat sejumlah hal yang membatalkan puasa, seperti: makan, minum, berhubungan suami-istri pada siang hari, haid, nifas, keluar mani disengaja, muntah disengaja, serta murtad atau keluar dari Islam.


0 Comments